• Senin, 14 Oktober 2013

    AKU DAN BAHASAMU


    AKU DAN BAHASAMU

    malam-malam aku di laut
    menebar sunyi
    membuih lirih mereka kubagi-bagi
    di ujung ombak enggan terpaut

    di kapal pilu
    air mata tumpah
    menggenang di geladak bisu

    dari buritan luka
    raungan-raungan duka
    menggema menyerang karang
    melindap di bawah bulan remang

    aku tak menyalahkan kebisuanMU
    aku menyesali caraku menterjemahkan bahasa isyaratMU

    aku pengigau resah
    memegang hati sebagai harga mati
    pantang pasrah menyerah
    kepadaMU, tetap percaya pagi akan menepi
    Pasti!

    pangandaran 15/10/13

    2 komentar:

    1. Perkara kerinduan yah?
      Menanti dengan pasrah karna biar bagaimana pun pagi akan selalu datang.
      Akhirnya update tulisan lagi. :D

      BalasHapus
    2. iya, tidak selalu rindu yang mengundang segala resah dan gelisah, tapi terkadang keresahan dan kegelisahan juga mengundang kerinduan. :D

      BalasHapus