• Sabtu, 05 April 2014

    Putri Kecil dan Kucing Mungil


    Pagi  mulai menghangat di satu sudut kota kembang, matahari merangkak, menghangatkan rumah kembar dengan penghuni kembar pula dan satu putri kecil yang baru terbangun dari kelelapan malam yang dingin.  Sapaan mencair, mengalir menjadi obrolan – obrolan pagi. Dan satu lagi, kucing mungil, miura namanya, tak luput dari kehangatan matahari dan semua penghuni rumah kembar.
    Layaknya putri salju, Putri kecil itu terbangun dengan satu simpul senyum menggurat di wajahnya, manis sekali. Tak terlihat lemas sama sekali, semangat sudah memenuhinya sepagi ini. Menyisir tiap pintu, menyusur lorong – lorong tiap ruangan mencari kucing mungil kesayangan. Putri kecil dengan semangat pagi mencari kucing mungil di rumah kembar.
    Kucing itu terlihat menggeliat di pojok dapur, tempat dia menghabiskan semalam penuh, ruangan yang dipersilahkan si kembar untuknya menghabiskan waktu istirahat malamnya, walaupun mereka sama sekali tidak yakin kalo kucing mungil itu menghabiskan sepanjang malam dengan tertidur seperti penghuni rumah kembar lainnya.
     Putri kecil menghampiri kucing mungil yang terlihat masih sedikit malas, memeluk dan mengelus lembut bulu – bulu kepala kucing mungil itu. Kucing itu pun semakin malas saja. Sapaan pagi sudah membuka hari, dan putri kecil membawa kucing itu ke ruang tengah. Meloncat – loncat, berlari – lari kesana kemari, mencakar tas, menggaruk – garuk kepalanya sendiri. Berlari sembunyi di bawah kursi, meloncat naik ke atas meja. Satu pelukan Putri kecil mampu menularkan semangat yang membuat kucing mungil menjadi akitf, dan sang Putri senang akan hal itu. Di bawah meja karenanya dia menjadi kotor dan debu menempel di kumisnya yang putih panjang. Diajaknya bicara seolah mereka terlahir dari rahim yang sama, saling mengerti satu sama lain.
    Putri kecil dan kucing mungil berbagi ceria di kehangatan pagi, membuat bahagia seisi rumah.
      

    1 komentar:

    1. Akhirnya di publish juga dengan sedikit polesan di sana dan di sini.
      Ah, putri kecil Rasi dan Miura yang tak lagi mungil sebab dia sedang mengandung entah oleh siapa .... mungkin si muka kotak. :D

      BalasHapus