• Senin, 11 Februari 2013

    Dan Kita Membicarakan Rindu

    Kau bilang rindu itu mungkin seperti saat mendengar lagu rindu-nya Shaggy Dog di saat tak turun hujan.

    Kau juga bilang rindu itu adalah ketika tidak ada lagi sampah yang bisa aku bakar.

    Ada ruang, sisi, sudut, space, waktu, jarak yang kosong di sela rutinitas yang biasa di lakukan, "Yah, mungkin itu juga rindu", katamu.

    Aku bilang

    Rindu itu adalah jari-jari yang meremas dirinya sendiri terus menerus, cemas menanti jari-jari kemarin, jari-jari yang mampu menggenggam dan membungkam kesunyian jari-jari itu sendiri.

    Rindu itu malaikat yang tak bisa terbang karena sayapnya cuma satu, dia hanya mampu berputar terus menerus tiada henti, berharap ada lagi satu sayap yang akan membawanya pada kesempurnaan purnama.

    Rindu itu adalah pengigau resah yang terus menerus menyebut namamu, namamu, hanya namamu saja, seolah-olah itu adalah mantra yang bisa mewujudkan kau ada di depannya. Menatap langsung matanya, menggenggam erat jari-jarinya dan menyatukan tiap sayap masing-masing, sampai terbang menuju ketidakterbatasan dan melampauinya. Ya menuju ketidakterbatasan dan melampauinya.

    3 komentar: