Senin, 11 Februari 2013
belum berjudul 2
Oh kau...
Kau Dewi Hujan
Pemilik jari-jari yang melumpuhkan sunyi
Kau yang menggoyahkan keresahan pengigau dengan pelukan
Ke arahmu sepi ini berlari
berharap kau kecup sampai dia mati
Kepadamu, tak pernah aku membawa cinta
Percayalah,
Cinta hanya akan mengkhianati kita pada akhirnya
perpisahan jadi haru biru karena cinta
cinta jugalah yang memisahkan senja dan fajar
karena perbedaannya
di dadaku tak ada cinta
hanya ketulusan
mengantarkan segala ikhlas
untuk kenyamanan
karena kita hanya butuh itu saja.
Label:
Puisi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tuan pengigau yang resah cepatlah datang. Ada jemari menunggumu tuk menghangatkan sepi di kala waktu luang.
BalasHapusJarak terbentang di antara kita akan melebur. Karena rindu akhirnya mengendur.
Aku akan berhenti merajuk. Yang perlu kau lakukan hanyalah mengangguk.
Saat kuminta "Datanglah". Sebab rasa rindu telah membuatku jengah.
rindu ini selalu kepadamu,
Hapusseperti bayanganku sendiri,
yang tak pernah mau melepaskan diri,
Rindu membisu digelisahkan jarak dan waktu.
percakapan sepasang kekasih kesepian *tsah
BalasHapuskekasih kesibukan :P
Hapusnggak suka dengan ini:
BalasHapusdi dadaku tak ada cinta
hanya ketulusan
mengantarkan segala ikhlas
untuk kenyamanan
karena kita hanya butuh itu saja.