• Kamis, 29 Januari 2015

    Sunyimu Sunyiku Asyik Membelakangi

    Sunyimu Sunyiku Asyik Membelakangi


    hidupmu sepi, itu aku tahu.

    Percayalah,

    kehadiranku tak akan menambah kesepianmu.

    Sunyimu sunyiku selalu asyik sendiri,

    saling membelakangi.

    Luka

    Luka


    Lukamu lukaku menepi sendiri-sendiri

    di kesunyian masa lalu,

    ci(n)ta kita riang berpegangan saling menguatkan.

    Lebih Bengkak

    Lebih Bengkak

    rinduku ini kekasih,

    lebih bengkak dari kelopak matamu yang selalu tertutup di malam larut.

    Sunyi Mengintip dari Ujung Ramai

    Sunyi Mengintip dari Ujung Ramai


    Waswas...

    Sunyi mengintip dari ujung ramai,

    mengerling genit menggoda ketenangan.

    Sedang waktu?

    Hanya pengantar saja,

    dia tak ma(mp)u mempermainkan nasib.

    Kitalah yang menggunakannya semau sendiri.

    Iya atau tidak kepada sunyi.

    tak hanya tempat para pengigau, sunyi adalah

    tempat paling pribadi,

    bukan tak mau berbagi tapi kau

    akan susah untuk bisa mengerti.

    Kau tak usah memaksa untuk mengerti.

    Cukup beri ruang saja untukku pribadi, sendiri.

    "Bagilah sunyimu denganku, biar kau tak sepi lagi",

    katamu dengan percaya diri.

    Sunyiku tak bisa lepas dari sepi, akan tetap ada.

    Hanya bisa diredam dan kau sajalah yang seharusnya bisa.

    Sunyi, sepi, dan sendiri tak pernah bisa aku hindari.

    Lebih mudah dinikmati.

    Sudah Tak Lagi Resah

    Sudah Tak Lagi Resah


    kami sudah melarat

    resah kami hanya cukup tentang

    bagaimana makan esok hari

    kami tak butuh risau gunung

    yang tak lagi menggunung

    biarkan kami tak peduli

    terhadap bukit yang telanjang dari dada sampai kaki

    vila-vila mewah sudah menjadi

    koreng yang indah terawat pada

    badannya

    kami sudah punya tukang

    runding yang handal

    dengan amerika, cina, jepang

    dan yang lainnya

    kami sudah tak lagi resah

    walaupun kami tak punya apa-apa

    kami sudah punya anda

    yang merasa mewakili kami

    dan di hari penghakiman nanti

    relakan kami menjadi saksi

    atas segala yang terjadi.