Kau
sekarang layaknya pendeta pertapa
dengan lentera kuning
di tangan berayunayun
berjalan kau menuju bintang
meninggalkan otak dan hatimu
tak mau kau ku ajak
duduk diatas derak derik gerobak
yang lari terseret sapi
aku tawarkan kota
dimana kita bisa menyata
ku perlihatkan mereka
yang memacu kita lebih mendunia
langkahmu semakin cepat
menuju bintang
meninggalkan otak dan hatimu
dan kau
ah kau
sungguh kau
sudah tak ku kenali lagi kau sekarang.
0 komentar:
Posting Komentar