• Kamis, 05 April 2012

    MENJAUH


    Kau
    sekarang layaknya pendeta pertapa
    dengan lentera kuning
    di tangan berayunayun

    berjalan kau menuju bintang
    meninggalkan otak dan hatimu

    tak mau kau ku ajak
    duduk diatas derak derik gerobak
    yang lari terseret sapi

    aku tawarkan kota
    dimana kita bisa menyata
    ku perlihatkan mereka
    yang memacu kita lebih mendunia

    langkahmu semakin cepat
    menuju bintang
    meninggalkan otak dan hatimu

    dan kau
    ah kau
    sungguh kau
    sudah tak ku kenali lagi kau sekarang.

    0 komentar:

    Posting Komentar